Baru beberapa bulan di kota ini sungguh banyak tempat wisata yang disodorkan oleh teman-teman disini, mulai dari pegunungan hingga pantai dan pulau yang amat terkenal di Kepulauan Seribu, Namun belum juga sempat untuk dikunjungi, ,mungkin suatu saat nanti, jawabku.

Kebetulan 15 Oktober ini, libur Idul Adha 1434 H, mau pulang naggung 3 hari. -,-
Jumat malam 12 Oktober kita berkumpul seperti biasa, saya , ujo dan seri .. . makan sambil bercerita ditemani beberapa film hasil donlod. Percakapan kami berujung pada pertanyaan ada acara apa besok. Dan serentak jawaban kami ada lah “Tidak ada acara sama sekali” Ketawa terbaha bahak menyambung perincangan kami. Menyedihkan tidak ada acara, wakkaka.
Sementara itu teringat akan tempat wisata yang sempat dibahas oleh teman-teman di kantor, beberapa pulau pun langsung di searching di Kepulauan Seribu, dan sepertinya Pulau Tidung cukup bagus dan bersih serta ada jembatan cinta untuk pembuktian cinta, katanya.
Informasi untuk mencapai pulau tersebut pun didapatkan, ada pilihan naik kapal cepat dengan biaya yang lebih mahal namun cepat sampai atau menggunakan kapal nelayan lebih murah namun sedikit lebih lambat. Dan kami? yaa lebih memilih dengan kapal nelayan, selain harga yang lebih murah kami juga dapat untuk lebih menikmati alam Indonesia bagian Kepulauan Seribu ini πŸ™‚
Karena rencana dadakan kami sudah deal, kamipun segera istirahat, tak sabar menunggu hari esok, dalam rencanya kami berangkat pukul 5 karena jam 7 kapal sudah jalan dari Muara Angke. katanya.

Jam yang diperkirakan pun sampai, beberapa helai pakaian dan kamera pastinya tidak boleh tertinggal, WAjib hukumnya dan perjalanan ini, apalagi bagi saya pribadi ini adalah pengalaman pertama kali untuk naik kapal laut. x_x
Rasa ingin menjelajahi pulau sudah terasa dikaki ini, indah nya laut tanpa apapun mengahalangi sudah terbayang dimata ini, nikmatnya udara tanpa polusi pun sudah terbayang oleh hidung ini, Aahhh .. . sungguh tak sabar ingin mencapai pulau ini. Tapi, seribu tapi, rasa cemas naik kapal juga menghantui saya, apakah saya mabuk laut atau tidak, atau bagaimana dengan cuaca nantinya sangat mempengaruhi rasa cemas saya. Semoga Allah melindungi perjalanan kami.

Shubuh itu kami menggunakan taksi menuju Muara Angke, cukup ramai pagi itu, namun taksi jjuga tidak mau mengantar terlalu kedalam dengan alasan kalo terlalu kedalam saat buka pintu aroma ikan busuk di sekitar akan masuk kemobil, kamipun menghargai driver tersebut, sehingga kami harus berjalan sedikir menuju Muara Angke, namun kami tetap menikmati perjalan tersebut. πŸ˜€
Pukul 6.30 Sabtu pagi, kami sudah berada diatas kapal, cukup banyak kapal disana dengan tujuan Pulau yang berbeda, ada yang ke Pulau Harapan, Pari, Pramuka dan banyak lainnya pulau di Kepulauan Seribu. Harus menyakan kepada orang kapal dari pada berisiko salah kapal πŸ˜€ Karena kapal di parkir secara rapat, untuk menaiki sautu kapal yang agak ketengah kita harus melewati kapal lainnya yang menepi dibagian tepi dermaga.
Untuk sarapan pagi itu kami membeli popmie sebagai pengganjal rasa lapar kami sembari menunggu kapal berangkat , dan ternyata benar adanya tepat jam 07.00 kapalpun berangkat. Saya baru tahu, ternyata kapal bisa digeser di air hanya dengan tenaga satu orang saja agar memudahkan untuk keluar dari dermaga, atau mungkin orang nya yang kuat ya ? Hmmm ..

Kapalpun mulai berjalan, kami mengambil posisi dibagian depan kapal .. sungguh ingin menikamati alam Indonesia ini πŸ˜€
Namun, hingga beberapa kilometer kami bisa melihat lautan jakarta yang sangat kotor, bahkan air laut dibagian tepi jakarta yang mana kita masih bisa melihat Jakarta dari sana terlihat sangat gelap seperti bercampur dengan minyak, apakah itu air limbah atau bagaiamana saya juga tidak tahu.
Selepas dari laut nan kelam dan gelap, kami memasuki bagian laut biru, dari sana lautan sudah mulai bersih, dan tentunya kami mulai berfoto riaa .. dan saya sudah lupa dengan kecemasan tadi :p

IMG_3035 IMG_3034
Kami akhirnya sampai di Pulau Tidung sekitar pukul 11.00, kesan pertama kami adalah “Itu ya jembatan Cinta nya”
Kami ternyata mengitari Pulau tersebut sebelum menepi, selesai menepi kami langsung mengitari pulau, sembari mencari penginapan maklum kami belum punya tenda sendiri, Hikzz
Kami ditawari oleh warga sekitar berbagai macam penginapan saat mengitari pulau, disana juga sangat banyak yang menawarkan rental sepeda, cukup murah daripada anda harus berjalan mengitari pulau.
Kamipun akhirnya mendapatkan satu rumah, 1 kamar dan satu ruang tamu lengkap dengan tv dan air minum, kami mendapat harga yang cukup murah karena kami langsung mengambil untuk 2 hari 2 malam. πŸ˜€
Barang pun ditaruh di penginapan dan kami langsung menuju bagian Jembatan Cinta yang cukup terkenal disana, dengan sepeda tentunya ..

Sudah lama tak bersepeda :p
Sudah lama tak bersepeda :p
Ahli sepeda ini mah :p
Ahli sepeda ini mah :p

Jembatan Cinta cukup tinggi sekitar 7 meter, mitosnya disana adalah siapa yang berani melompat dari sana cintanya akan abadi, katanya.
Lokasi lompatan juga tidak bisa sembarangan karena dibagian bawah masih terdapat banyak karang, ada satu titik yang bisa dijadikan arena lompat namun juga harus hati-hati karena juga dijadikan arena lewat speedboat membawa pengunjung yang menikmati wahana Babana Boat.
Tapi sebelum kesana, wajib makan dulu .. biar tenaga polll ..

Sedap tak ? :D
Sedap tak ? πŸ˜€
Mariii makaaaan ... . . . . :D
Mariii makaaaan … . . . . πŸ˜€

Di Pulau Tidung sudah cukup teroganisir dengan baik, ada wahana permainan yang sudah dikelola dengan baik, ada penyewaan alat snorkling yang cukup serta kedai makanan yang cukup banyak. Pulau ini termasuk yang besar diantara pulau lainnya, disini terdapat sekolah SD hingga SMA sehingga menjadi tempat tujuan oleh warga pulau sekitar.

Kami bertiga pun ingin mencoba melompat dari Jembatan ini, namun karena ramainya orang yang melompat membuat airnya sudah cukup keruh, kami menunda keinginan untuk melompat dan memilih untuk snorkling sekitar pulau. Lautannya bersih, namun cukup banyak bulu babi sehingga harus cukup berhati hati, katanya si bulubabi ini lunak, namun sangat tajam. Jika tepat di arah kaki bisa tembus. Waaau ..

Ahli karang :p
Ahli karang :p
Cedih, lihat bagian pulau yang kotorr ...
Cedih, lihat bagian pulau yang kotorr …
Otot mennn
OtotΒ  (tulang red)mennn
Banana boat di Pulau Tidung
Banana boat di Pulau Tidung

Selesai mengitari pulau sambil berenang melihat Indah nya karang tak terasa sore pun sudah menjelang, kamipun kembali ke penginapan untuk bersih-bersih dan mencari makanan sana, hehhe πŸ˜€
Selepas Maghrib kami keluar dengan sepeda, mencari makanan, cukup banyak pilihan makan disana, pilihan kami jatuh kesalah satu tempat yang memang aroma harumnya jauh lebih baik dari lainnya, Besar dan lega ditepi laut, ah nikmatnya … πŸ˜€
Selesai makan pun mata kami mulai mengantuk, karena cukup lelah berenang berjam-jam menikmati karang-karang. Kamipun langsung pulang dan istirahat, esok paginya kami berencana mengambil sunrise. Tidur kamipun cukup lelap malam itu. Hoamzz
Setelah adzan Shubuh kami sudah berada dibagian tepi pantai, menyambut Sunrise yang jauh lebih indah daripada melihat dari pantai tepi kota πŸ™‚

Seri on pose
Seri on pose

Sangat cepat terasa sunrise di Pulau ini, kamipun teringat akan Jembatan yang tidak jadi kami lompati kemaren sore, masih sepi dan bersih airnya karena belum dilalui oleh speedboat. Cukup lama mengumpulkan keberanian sebelum bisa melompat. Hmmmmmm, dengan segala rasa ingin mencoba, rasa ingin melampaui batas diri yang takut ketinggian, dan ingin melampaui rasa malu dilihat orang yang sudah menunggu untuk melihat saya sebagai pelompat pertama hari itu. Hheheu :p
Dan akhirnya, ini dia, lompatan pertama pada jam 6.00 .. πŸ˜€

Ujo jumping
Ujo jumping
ars jumping
ars jumping

Kami (exclude serri) selesai melompat dan berfoto ria, orangpun mulai ramai yang datang, jadi kamipun mencari spot lainnya, bagian ujunh pulau satunya lagi, dengan sepeda tentunya. Bagian pulau satunya sangat sepi dan belum banyak bangunan dan tidak ada permainan laut yang disediakan oleh warga sekitar, bagian sana lebih nikmat untuk memandang alam dan berjemur. Kami dapat dengan leluasa menikmati bagian pulau ini, hanya kami dan beberapa orang lainnya yang ada disini. Hanya benar-benar penikmat alam. πŸ™‚

Jalann jalann ...
Jalann jalann …
Lets gooooooo ...
Lets gooooooo …
Jump !!
Jump !!
Babuaaay ndan ...
Babuaaay ndan …
Gaya gaya model pulaaa
Gaya gaya model pulaaak

Banyak hiburan disini yang terasa jauh lebih alami, daripana melihat permainan yang bisa dilihat dikota-kota.

Selesai bermain dan berjemur kami kembali ke penginapan untuk beristirahat dna bersih-bersih dari pasir habis berjemur, makan siang dan kembali tiduuuur πŸ˜€
Sorenya kami kembali bersepeda menuju Jembatan Cinta, banyak sekali orang berpose foto bahkan prewed disana, ini salah satu pose yang dapat saya tangkap :p

wakkak :p
wakkak :p

Kembali menikmati laut sore dan mengambil beberapa foto, perut pun mulai terasa lapar, kembali kami mencari tempat makan, makan makaaan . . Lapaaar πŸ˜€

Lapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar
Lapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarnyoo, sampe merem melek :p

Dan selanjutnya ? Jelass tiduuuuurrr Zzzzz

Esok shubuhnya sebelum berangkat kami masih menyempatkan untuk menikmati sunrise kembali, di spot yang berbeda pastinya..

Main air lauuut ...
Main air lauuut …

Pukul 07.00 kami sudah berada kembali dikapal, kembali diposisi depan jauh sebelum orang lain datang kekapal, kami sudah ngetem duluan dengan tujuan tidak ingin telat dan, dan, dan .. fotooo :p

Captain readyyy cuy ...
Captain readyyy cuy …
Kapten mulai naik .. . :p
Kapten mulai naik .. . :p
Captain siap layar :p
Captain siap layar :p
Trio kwek kwek :p
Trio kwek kwek :p
Pose cewek terus -,-
Pose cewek terus -,-
Ehemmm ...
Ehemmm …

Selesai kami berfotopun kapal akhirnya berangkat, cuaca cukup mendung saat kami balik, ombak besar .. . cukup aneh rasanya naik kapal nelayan yang cukup besar namun masih melayang-layang karena ombak. Behhh .. .
Overall, Thanks to Allah sudah melindungi kami dalamm perjalanan.
Alhamdulillah .. . πŸ™‚

Gallery at Tidung ..

This slideshow requires JavaScript.

See you next trip πŸ˜€

Advertisements