Akhir minggu ini merupakan akhir minggu yang cukup panjang, melelahkan namun pasti seru dan menantang! πŸ˜€

Diawali dengan salah seorang teman, sahabat, kakak yang Alhamdulillah rejekinya bagus dan baru saja membeli sebuah mobil SUV baru, namun oh namun akan tetapi belum bisa nyetir -,-
Sebut saja namanya Serri, yang biasa diajak ngomong sama pemakai Iphone walau saya sendiri tidak pernah ngomong dengan Siri -,-

Tanpa ada rencana yang jelas mau kemana dan bagaimananya, pada siang Jumat saya mengirim pesan kepada kedua orang kakak dan sahabat ini (trio) mau kemana kah esok hari berhubung Jakarta mulai serasa panas, ahahah . .sombong kali -,-
Ucapan saya langsung berbalas hayu jalan, sambil nyobain dan blajar nyetir kata si kakak, hihiih
Hari pun berlalu, tak terasa sudah jam 10 malem, saya pikir rencana yang belum jelas ini tidak akan jadi, pesan whatsup emoticon ngantuk pun sudah dikirimkan ke kedua orang kakak dan abang awak ini .. dan zzzz . . alam mimpipun disinggahi. Tak terasa henpon sudah bunyi2 ditelpon, baru sadar saat sudah jam 11an kebangun lagi, telfon balik, dibilang “” udah otw kesini, buruan … Siap2 ! “”
Whaat, jam 11 malem . . !?
Okb, tanpa pikir panjang .Β  . cuci mukaΒ  .. ambil 1 set baju, alat mandi dan beberapa peralatan yang sekiranya dibutuhkan (Mie, panci, kompor, kopi, gula) karena memang ga jelas mau kemana, jadi bawa semua yang sekiranya dibutuhkan 0,,0

Duo datang, trio tambah saya sendiri dan perjalananpun dimulai, saat mobil mulai berjalan pun belum tau mau kemana, dengan sedikit bincang dengan tujuan perjalanan liburan hemat, akhir nya kami putuskan untuk menuju Pantai Anyer !
Driver 1 (abang awak) pun segera tancap gas menuju pantai anyer, dari Jakarta kita akan menuju Serang terlbih dahulu, setelah masuk Tol, Driver 2(kakak awak) pun ambil kendali kemudi start dari rest area.
Awal nya masih yakin karena doi bilang sudah pernah bawa yang manual, OK .. fine saya sebagai pengisi baris tengah pun santai .. dan mobil pun mulai berjalan. Pelan dan tegas mulai masuk tol setelah sedikit desak-desakan dengan truk jalan keluar dari rest area.
Dan tak terasa Driver 2 sudah berada pada sisi kanan jalan Tol, gas pun terasa semakin dalam dan dalam, saat nengok speedometer pun suda berada 110km/hr pada mata saya namun pada mata Driver 1 120km/hr ..
Wauuu . .. dalam speed tsb masih sedikit oleng saat tangan satunya diluar kemudi seperti masang sign kiri kanan ataupun menghidupkan wipper yang memang sedikit berbebda dengan mobil di Indonesia pada umumnya, pada mobil ini sign pada sisi kiri setir dan wipper pada sisi kanan .. o,,o
Huuufh, beberapa kali di klakson mobil dibelakang karena masih goyang kiri kanan jalan yang notabenenya Tol dipakai untuk ngebut dan mengejar waktu oleh orang lain, bukan untuk belajar mengemudi -,,-
Melihat kondisi tsb akhir nya sayapun sebagai pengisi bangku tengah muali memasang sabuk pengaman(cari aman) … wkakaka(ketawa takuut :D)
Satu kejadian yang terasa menggelikan adalah saya sebagai pemandu jalan(bermodlakan g_maps), 500m sebelum belokan kekiri sudah memberi isyarat unutk belok kiri untuk menuju arah serang melalui Tol tsb, namun apadaya .. Driver 2 terlalu fokus pada jalan sehingga terlewatkan dan akhirnyapun kita memutuskan untuk melalui jalan perkampungan penduduk, yang ternyata cukup sepi di daerah Anyer.
Saat melalui jalur tsb saya pun terlelap karena tidak ada kesibukan lainnya sementara Driver 1 dan Driver 2 bercengkerama.. . hikzz . . πŸ˜₯
Tapi syukur alhamdulillah sampai dengan aman di Pantai Anyer terbangun pada waktu shubuh, ternyata Driver 1 dan Driver 2 juga sudah memutuskan istirahat ditepi jalan daripada memaksakan kondisi ngantuk membawa kendaraan.
Perjalanan shubuh pun dimulai dengan sholat Shubuh di salah satu Masjid terdekat, setelah sholat dan segar kembali kami pun memulai perjalan kembali ditangan Driver 2,

Kamipun menyusuri daerah Pantai Anyer dan memilih sarapan ditepi Pantai Anyer yang ternyata dipungut juga masuk nya 50k/mobil include orangnya(Liburan hemat ternoda). Tapi apa daya keiniginan melihat pantai sambil sarapan pun tidak dapat ditahan, kamipun berhenti dan mulai memasak sarpan (MiGor) dengan alat seadanya .. hanya ada kompor, satu piring besi, tatakan pemasak nasi listrik, tanpa sendok ,, dan kita harus makan bertiga tanpa sendok, ala2 survival sejatiiiiiiiiiiiiii … .
SEDAP!
πŸ˜€

Setelah perut kenyangpun, berdendang beberapa lagu .. dan kami triopun segera bergegas menuju Ujung Kulon (rencananya). Driver 1 pun mulai nggas lagi, namun di perjalanan Driver 2 ambil alih kemudi berhubung jalanan tidak terlalu ramai πŸ˜€
Awal nya perjalanan lancar, dan gas pun lagi2 mulai terasa makin dalam dan dalam, maklum mobil matic sedikit agak susah handlingnya (menurut saya) dalam keadaan mendadak.
Mendahului lawan pun mulai semakin tipis dan tipis jaraknya hingga masih pada daerah Anyer siku seorang driver truk terkena spion karena terlalu tipis mengambil jarak dengan truk tsb.
Driver 2 mulai panik, dan mobil pun mulai semakin tidak terkendali, mungkin karena perasaan panik dan takut, saat coba ditenangkan agar jangan panik, kejadian keduapun berlangsung, seorang biker pun tersenggol, dan mobil nyungsep turun jalan alias nyangkut.saat direm mendadak -,- Syukur biker nya tidak sampai jatuh! Alhamdulillah,Β  ..
Kamipun mendatangi biker tersebut dan melihat keadaannya, sementara mobil dibantu oleh warga sekitar untuk diangkat, posisi sepertiga badan mobil sudah turun jalan. Tenaga belasan warga alhamdulillah cukup mengangkat mobil kembali kejalan raya. Terimakasih bapak2 sekitar πŸ™‚
Lanjut ke biker, sebagai bentuk tanggung jawab, kamipun membawanya menuju puskesmas terdekat dan dirujuk keklinik terdekat daerah tsb, setelah diperiksa dokter dan rontgen akhirnya disimpulkan oleh Dokter bahwa biker tsb dalam kondisi baik, hanya saja syok!
Kamipun menyarankan untuk dipijit, namun karena waktu yang juga semakin berjalan, sang pemotorpun tahu kami dalam perjalanan, akhirnya sang biker bilang tidak apa2 untuk pergi sendiri ke tempat pijit agar kami juga bisa melanjutkan perjalanan. Semoga bekal dana yang diberikan kepadanya cukup untuk berobat, cepat sembuh ya !

Perjalananpun dilanjutkan, Driver 1 kembali memegan kemudi, kami pun mencari salah satu rumah makan untuk dapat beristirahat dan membincangkan kejadian barusan, atas saran orang sekitar tempat kejadian, kami pun diarahkan ke Tanjung Lesung yang katanya bagus dan maish baru juga dibandingkan harus ke Ujung Kulon. Sesampainya di gerbang Tanjung Lesung yang sepertinya megah, kamipun masuk dan dikenakan biaya 10rb untuk uang masuk @mobil. Diinformasikan oleh security tersebut bahwa didalam jika ingin menikmati pantai yang sudah ada penjaganya maka harus bayar 40k/kepala. Hmmm, dalam pandangan kami harga tersebut untuk daerah ini pasti pantai nya sangan bagus, namun tidak seperti ekspektasi kami, pantainya pun biasa dan kecil. Sehingga kamipun memutuskan untuk parkir mobil bagian tepi pantai biasanya, tepatnya didepan pantai berbayar. Setelah bertemu warga sanapun diinfokan bahwa kondisi pantai berbayar nya sama dengan yang kita duduki sekarang, bedanya cuman disana ada restorannya. Bagi kamipun “yasudahlah” karena kami juga sudah membawa peralatan memasak .. hehehe πŸ˜€
Proses memsasak kami diawali dengan memasak nasi, namun apa daya baru nasi setengah matang kami diminta oleh security untuk tidak parkir dan bersantai disana, karena tak kami sadari sudah 4 mobil lain yang mengikuti kami dan pasti jadi mengurangi pemasukan dari si pantai berbayar, heheh :p

Oleh warga sana kami diinfokan ada pantai yang bagus, namun sedikit masuk rawa2 .. jalan kesanapun terasa sekit horor, karena jalan benar2 pas untuk satu mobil dan banyak genangan air sedengkul, rasa was2 lumayanmenghampiri saat melewati jalan tersebut, karena apapun bisa terjadi kalo udah terjebak jalan. hiiiiii -,-

Tapi syukur Alhamdulillah, ternyata benar ada nya pantai yang bersih dibagian dalam, dan katanya sih “free”, ga ada bayar2 lagi seperti pantai tadinya.
Tapi apa daya, baru beberapa menit si penunjuk jalan berlalu, warga sana datang minta uang kemanan 50k dengan dalih uang kopi, haiiih . . .. ternyata sama aja dimana mana, giman wisata Indonesia mau maju kalo begini -,-
Setelah memantapkan makan siang kami disana kamipun ingin segera beralih dari sana, karena sudah terasa tak nyaman dengan lingkungan dan jalan seperti itu, agak sedikit was was sebenarnya. 0,,0
Bagus memang pantainya, tapi juga butuh perjuangan untuk keluar dan masuk ke pantai ini, semoga jalannya bisa segera dibenahi, πŸ™‚

Tujuan selanjutnya pun kita ingin menuju pantai sawarna, niat hati ingin menginap disana, dengan bantuan GMaps dan Garmin pun kami segera tancap gas ke arah sana, maaf di kata jalan daerah B*nten ini sangat tidak bagus, sering kali menemukan lubang yang dalemnya hampir sedengkul, maaaakkkk …
dengan modal GMaps dan Garmin ini kami diarahkan ke jalan perkampungan, melintasi dan naik turun bukit yang sangat sepi daerah penduduk, sepanjang jalan kami lebih banyak menemui mobil barang pengangkut sawit daripada mobil pribadi. Dengan kondisi jalan yang naik turun bukit kami menghabiskan hampir 3 jam untuk mencapai pantai sawarna, namun kami memutuskan tidak jadi masuk karena melihat daerah sekitar yang sangat sepi, kami memutuskan untuk tetap jalan mengikuti arah jalan yang ada menuju pelabuhan ratu, Sangat sepi, itu kata yang pas untuk perjalanan malam itu, kami melanjutkan perjalanan naik turun bukit nan gelap beberapa jam lagi.Tepat pada pukul 23.00 saat saya sedang nyetir sendiri kami melewati gerumunan orang, ratusan orang dipuncak bukit sedang mendengarkan musik dangdut koplo, semacam orgen begitu, terasa aneh mengingat kami sangat jarang menemui rumah dalam perjalanan kami, saya pun berusaha menenangkan diri, namun saat si kakak terbangun dia langsung kaget dan takut dan udah mikir macem2, saya pun berusaha menenangkan walaupun dalam hatijuga sedikit was was. Melewati kerumunan tsb kamipun juga sangat jarang ada perumahan, terpikir orang darimana yang mengadakan acara beramai ramai di puncak bukit sana, siapa yang tau …
Huffhhht …

Perjalananpun pun berlanjut, tak terasa kami sekitar 6 jam sudah melewati jalanan berbukit dan sepi ini, dengan modal nekat dan kepercayaan berhubung bahan bakar yang juga semakin tipis kami harus menemukan pom bensin, rasa takut akan kehabisan bahan bakar dengan kondisi jalanan seperti ini, kamipun harus melalui jalanan ini dengan kondisi pelan agar tak kehabisan bahan bakar 0,,0
Sekitar jam 12 malem akhirnya kami sudah memasuki jalanan yang cukup ramai, dan sudah banyak berpapasan dengan mobil lainnya, kondisi ini cukup melegakan hati, Alhamdulillah πŸ™‚
Setengah jam sudah memasuki daerah yang ramai, kamipun menemukan pom bensin terdekat didekat pasar ikan, namuns udah dalam kondisi tutup, kami pun berinisiatif untuk istirahat di didepan pom bensin, saya pun berniat menyeberang dan parkir didepan sana, namun apadaya mata manusia, saya melihat ada 2 mobil didalam pertamina, saya pun langsung mau parkir didalam, dan apa yang terjadi ? saya melanggar rantai pembatas, lumayan membuat rantai nya putus karena terlambat menyadarinya -,,- Pihak ppom bensin (security) pun mendatangi kami, dengan dalih mengantuk dan ingin istirahat didalam akhirnya pihak security memahami namun tetap minta jatah uang “las” rantai/ “rokok” untuk perbaikan rantai, sehelai hijau semoga membantu ya pak, mohon maaf -,-

Setelah sedikit berbincang dengan security dan orang- orang sana kami dapat informasi bahwa pom bensin akan buka lagi pada pukul 5.30 WIB, kamipun memutuskan untuk istirahat sembari menunggu pom bensin ini buka.
Tak terasa sudah shubuh, dan pom bensin sudah dibuka kembali pada jam 5.30 WIB, kamipun masuk ke antrian, tapi apa daya .. dnegan enaknya sang security tadi bilang bahwa bensin oktan 92 habis, isi oktan 88 aja, kamipun menolak namun kami ditakuti bahwa pom bensin selanjutnya masih jauh, sekitar 50km lagi dan kami tau bahwa bahan bakar kami sudah tak mencukupi -,-
Karena sudah terlanjur kesal dan dipermainkan kami pun nekad mencari pom bensin lainnya. setelah menanya ke orang sekitar ternya jaranknya hanya 5 menit perjalanan, ahhh … Alhamdulillah lagi 0:)

Kamipun segera isi bahan bakar dan bersih2 diri di pom bensin tersebut yang ternyata sangat bersih πŸ™‚

Depan pom bensin :)
Langit pagi di pom bensin

Badan bersih, bahan bakar sudah full .. kami pun melanjutkan perjalanan ke pelabuhan ratu yang katanya bagus, diperjalanan kami juga dihadang oleh orang2 yang minta uang masuk kawasan pelabuhan ratu dijalanan, karena kami merasa itu ilegal kami pun berlagak seolah olah orang sana dengan modal klakson dan senyum … ahhahaha :p
Untuk kawasan pelabuhan ratu ini cukup bersih sepanjang jalannya, kamipun singgah disalah satu toko untuk sarapan, kopi dan seafood serta laut pagi pun menemani sarapan kami pada pagi hari itu .. Sungguh nikmat πŸ™‚

Segelas kopi dan gorengan jelang makanan diantar :)
Segelas kopi dan gorengan jelang makanan diantar πŸ™‚
Pelangi tipis obat mata yang mengantuk ^_^
Pelangi tipis obat mata yang mengantuk ^_^

Dan makananpun samaaaapiiii .. tarraaaaaaaaa .. πŸ˜€

Sedappp, kepiting segarrr dan ayam :D
Sedappp, kepiting segarrr dan ayam πŸ˜€

Hampir 2 jam waktu kami habiskan ditempat makan itu, kamipun memutuskan untuk segera pulang agar dapat beristirahat.
Saat memasuki daerah sukabumi bagian puncak kami Dzuhur disalah satu mesjid, setelah shalat kami makan maskakan padang didepan masjd tersebut, yang ternyata “urang awak”, hehe . masakan yang enak, orang penjual yang bisa diajak bicara bahasa Ibu, salah satu poin nikmatnya makan, hehehΒ  … Saat sedang asyik2 bercerita kami dihampiri seorang yang ahli pijat ditawarkan untuk pijat, kamipun masih bilang tidak, mungkin lain waktu.
Sepeninggal orang tersbut kami menanyakan siapaka gerangan orang tadi, dijelaskan bahwa ia seorang ahli pijat dan urut yang juga seorang pemberi dakwah. Kamipun penasaran, apa yang istimewa denga orang tsb ? dijelaskan bahwa ia sudah tidka melihat selama belasan tahun, kamipun tak menyangka. Karena rasa penasaran dan memang kondisi badan yang letih si abang awak pun ingin dipijit oleh sibapak ini.
Saat sedang memijit pun kami menyempatkan bercengkerama dengan si bapak ini ditemani hujan yang cukup deras, ia menjelaskan ia tidak buta full, tapi ia melihat semuanya seperti klise foto, seperti hitam putih saja, ia lebih mengenali orang dari suara ketimbang apa yang ia lihat.
Banyak hal yang pelajari dari bapak ini, ia sangat mensyukuri apa yang terjadi dengan dirinya walapun distu sisi kita sebagai orang yang melihat merasa kasihan.
Ia mengutarakan banyak hal positif yang ia dapat, ia mengakui saat muda ia cukup nakal, namun dengan kondisi ia saat sekarnag ini ia tidak akan melihat hal yang negatif lagi, ia lebih banyak menghabiskan waktu belajar agama dan menyampaikan ajaran agama, ia sering dipanggil sebagai pembicara dan motivator dalam suatu acara. Sungguh sudut pandang yang sangat susah bagi seseorang dalam kondisi seperti si bapak ini. :’)

Selesainya hujan diiringi selesainya sibapak ini memijit, banyak pesan yang diberikan kepada kami selaku manusia yang masih muda dan jauh dari pengalaman dunia ini. Terutama untuk pasangan muda mudi abang dan kakak awak yang dapat pesan khusus :p
Terimakasih pak πŸ™‚

Sehabis dari sana kamipun langsung tancap gas menuju Jakarta, and take a rest . .
See you next trip!

Advertisements