Akhir minggu ini terasa cukup cape, rencana ingin keluar pada Jumat malam pun akhirnya tidak berlanjut. Kekurangan istirahat habis acara dirumah masih terasa, jadi lebih memutuskan untuk istirahat.Cerita punya cerita, kami(*trio) berencana ingin pergi kesuatu tempat .. tidak jelas kemana namun intinya ingin camping 😀
Beberapa tempat jadi pilihan kami,
1. Mt. Cikuray 2821 mdpl
2. Mt. Papandayan 2665 mdpl
3. Kawah Putih 2090 mdpl

Ini pas mau jalan :D
Ini pas mau jalan 😀

Perjalanan sudah samapi di Tol Jagorawi, keputusan belum ada, saat melihat review Kawah Putih di Mbah G**gle ternyata kami sudah melewati pintu keluar Tol arah ke Kawah Putih -,-
Ya sudah, akhirnya pilihan 3 dicoret, tinggal 2 pilihan tersisa. Cikuray ternyata jalurnya cukup curam dan menantang dan lokasi yang cukup Jauh dibanding Papandayan, akhirnya kami memutuskan ke Mt. Papandayan saja. Kami baru sampai di Camp David (Pos Pertama) pada pukul 23,00 WIB, karena kondisi lapar kami memutuskan untuk masak terlebih dahulu kebetulan masih ada lauk Rendang dari kampung 😀
Kawa hangat pun sudah tersedia, nasi sudah dimasak, rendah sudah ada .. dengan lahap kami makan pada malam itu, sembari makan banyak pendaki lainnya yang mulai naik pada malam itu, kami yang tidak tahu jalur pun masih menunggu kawan sependakian yang sekiranya bisa diajak naik. SAlah seorang pendaki yang kami temui ada yang bilang mau naik pada jam pada jam 00.00, kamipun menunggunya sembari bercerita dan minum kawa hangat.
Tak terasa ternyata sudah pukul 00.00 WIB, kamipun tidak melihat pendaki yang kami temui tadi, ingin naik langsung pun kami masih tidak tahu jalan sehingga kami lebih memilih buka tenda dan istirahat di Camp David beberap jam saja. Zzzzz

Pukul 03.00 kami sudah bangun dan bersiap naik ke puncak Papandayan, beralih mencari teman kami memilih naik bertiga saja setelah disarankan oleh seorang pendaki yang kebetulan juga bermalam di camp david, dijalan pasti ada teman naik, katanya. Kamipun mulai naik, hampir 20 menit berjalan kami menemukan romboongan yang naik sebelum kami, sepertinya sudah tau jalan hingga kami mengikuti mereka saja. Rombongan ini ternyata menggunakan guide, dan beristirahat sangat sering kamipun jadi harus berpura-pura cape agar tidak terlalu kelihatan ngikutin :p

Sign Kawah
Sign Kawah
Bersiap naik, setelah sedikit istirahat
Bersiap naik, setelah sedikit istirahat

Saat sunrise datang, kami belum menyampai puncak tertinggi, sanggat disayangkan namun kami tetap mendaparkan spot yang cukup bagus untuk foto walau tertutup sebagian oleh bukit dan gunung.

Sunrise
Sunrise
Sedikit tertutup
Sedikit tertutup
Sunrise
Sunrise

Selesai foto sunrise kami tetap menyempatkan untuk naik ke Puncak untuk menyempatkan sarapan 😀

Nanjak dikiit, sedikit lagi puncaaaak
Nanjak dikiit, sedikit lagi puncaaaak

Tak disangka ternyata diatas sangat rame, menghilangkan minat kami untuk berfoto ria, mungkin lain kali -,- Apalagi ditambah dengan bunyi “Klik” pada dengkul yang notabenenya yang memang belum sembuh juga 😥 Akhirnya turun pun butuh sedikit perjuangan lagi .. Hufhht ..

Tapi sarapan ini sepertinya sangat membantu, apalagi foto sambil masak 😀

Kaki merapat saat masak, dingiiiin ..
Kaki merapat saat masak, dingiiiin ..
Dan lagi :D
Dan lagi 😀
Lagi masak itu, pose lagi :D
Lagi masak itu, pose lagi 😀

Tak terasa sudah hampir pukul 8 pagi, kamipun bergegas turun, tapi apa daya dengkul tak kuasa hendak berlari turun gunung, untuk dengan beberapa jepret foto dapat meredakan sakitnya 😀

Gayaan dulu
Gayaan dulu
Ehemm
Ehemm
Makind ekaat :p
Makind ekaat :p

Ada jalur bypass saat ada jalan yang memutar, kamipun masuk jalur bypass, dan hasilnya ??

Istrihat dengkul cape.. Maaaaaaak .....
Istrihat dengkul cape..
Maaaaaaak …..

Saat naik dini hari kami tidak bisa melihat kawah nya dengan baik, saat turun ternyata daerah kawah berbatu nya panas terik walau masih pukul 9an dan bau balerang yang menyengat

Awak on pose :p
Awak on pose :p

Akhirnya kami sampai dibawah dengan selamat, sekitar pukul 10.00 kami sudah kembali sampai di Camp David dan beranjak pulang 😀

Tapi seribu tapi,
Sedikit insidenpun mewarnai kami jalan pulang kami, ujo menyenggol salah seorang sopir angkot daerah sana yang sedang jalan, kami langsung dikerumuni beberapa preman sana, untungnya kami bisa tenang, dan ujo pun membawa orang tersebuut ketempat pijit terdekat. Selesai pijitpun, sedikit bercerita dan makan di warung Padang sana, akhirnya masalah selesai dengan sedikit ntis-ntis -,-
Kamipun bergegas mencari rumah makan setelah itu, sepertinya tubuh letih ini butuh istirahat dan konsumsi. Hufhhht . .
Selepas makan kami melanjutkan pulang ke Jakarta Alhamdulillah aman sampai tujuan 🙂

This slideshow requires JavaScript.

Next trip?
Who knows 😀

Advertisements