Sudah tak tahan rasanya ingin menulis ini, sedikit politis? Tidak hanya politis..

Ini masalah daerah tempat asal saya, dari Sumatera Barat tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Saat ini saya berada di Pulau Jawa tepatnya Jakarta yang merupakan kota yang paling maju di Indonesia, kota dimana para pejabat diliput untuk pencitraan mereka, pejabat siapa saja ? Pejabat pemerintahan! Bahkan pejabat kantoran, sama saja.

Dikota ini saya merasakan betapa kota ini begitu “dicintai” pemerintah, begitu diperhatikan .. apa karena sering diliput media nasional seperti TV ?
Sangat salut saya dengan perkembangan kota ini, maklum Ibukota ya ..
Namun disamping itu hal menyakitkan terasa didada saya, negeri asal saya biasanya berudara segar dan dijadikan tempat wisata sekarang tak lagi dipandang para wisatawan .. bukan hanya wisatawan, bahkan PEMERINTAH Indonesia sendiri! Saya melihat di media massa, berita asap di Sumatera hanya dijadikan berita running text. Hanya dijadikan sekilas info, sementara isu lain yang diblowup media ditanggapi pemerintah.
Apa pembeda bencana alam ASAP diSumatera dengan bencana alam didaerah lain, bangunan memang tidak rusak .. jalan-jalan tidak putus dan macet seperti ibukota yang selalu jadi perhatian .. tapi berapa banya yang meregang NYAWA karena isapan udara yang hanya seperti gambar kabut pagi di TV NASIONAL?
Atau mungkin karena pemerintah sekarang kurang PEMILIH saat pemilu  didaerah ini hingga tidak ditanggapi oleh pemerintah?

Sudah juga ke DPR, DPR bilang iya iya .. . katanya mewakili rakyat, tapi masih saja menunggu amplop biar bisa diangkat masalahnya oleh anggota DPR. Bisa jadi, kalau diliput TV ga jelas siapa pejabatnya karena wajahnya ketutupan asap yang membuat pencitraan jadi tidak maksimal.

Berbagai demo sudah dilakukan, namun lagi-lagi media Nasional tidak ikut memblowup, jika ditanya kenapa .. banyak kemungkinan yang bisa diterka, apa karena tidak ada UANGnya yang didapat media sebagai salah satu media pemblowup untuk mengekspos masalah ini?
Jika benar, sungguh picik pikiran pimpinan Indonesia saat ini. Sungguh picik media yang dianggap penyambung suara rakyat.

Yang dipilih saat PEMILU adalah presiden buat Indonesia, bukan presiden buat pulau Jawa. Bukan presiden untuk Jakarta sang Ibukota.
Tak terhitung banyaknya nyawa melayang karena asap di Sumatera, pemerintah kemana? Sudah beberapa bulan dan pemerintah hanya diam. Untuk dapat diketahui, bahwa tingkat asap saat ini ISPA sudah 2 kali dari batas yang bahaya yang ambangnya di 300an, sekarang di 600an dengan penderita saat ini jutaan orang! Seberapa besar bencana asap ini?
Banyak orang kritis yang semakin parah kondisinya karena asap .. banyak bayi yang baru lahir harus menghirup asap tidak sehat. Berbulan bulan lamanya, Indonesia yang warganya menyuarakan SAVE GAZA .. SAVE PALESTINA … . kemana? Tidak mau ikut turun kejalan karena tidak di blowup media ? Atau mungkin masih menunggu ada orang yang mau membayar anda turun kejalan …

Apa perlu presiden Indonesia saat ini yang katanya berasal dari orang biasa diingatkan kembali susahnya bernafas didalam asap?
Bisa langsung menghubungi saya untuk diguide ke Pulau Sumatera yang sekarang jadi Pulau asap 🙂

Advertisements