Perut lapar memang penghambat segala urusan, maklum energi manusia diolah diperut ,,, diproses atau dicerna bahasa yang pas nya, di perut ini terdapat beberapa bagian penting dalam pengolahan citra makanan .. seperti lambung dengan zat asam … (skip skip …)

Singkat cerita, beberapa waktu lalu dipesan lah yang namanya IGA bakar yang cukup terkenal dari warung Leko ini, namun sungguh “sial” namanya manusia dengan sifat khilaf ini tak dapat berkonsentrasi dengan baik jika perut lapar, niat ingin dokumentasi review malah menjadi lupa, langsung makan tanpa basa basi yang ada, dilumat habis hingga habis bis bis … .
Setelah semuanya habis .. . hanya tersisa gelas kosong saat ingatan saya kembali tersadar bahwa ini makanan belum ada bukti reviewnya. T_T

Tapi untuk para rekans sekalian yang ingin berkunjung kesinin setidaknya saya akan berikan sedikit gambaran mengenai lokasi makan Warung Leko ini .. Untuk kenyamanan bisa dibilang cukup nyaman, tempat duduk yang ccok dengan “tubuh” Indonesia .. yang melayani pun cukup baik dan ramah, bisa diancung jempol! (y).

dindingnyaaa
dindingnyaaa

Dinding Warung ini diapapari dengan sinar foto-foto makanan yang pastinya ada dimenunya yang disediakan Warung ini.
Hal yang unik untuk desainnya adalah bagian dinding, yang dihiasi seperti kareta lengkap dengan kaca sungguhan dan beberapa nama stasiun yang akrab ditelinga penghuni Ibukota.

rapiih
rapiih
turun stasiun mana gess ??
turun stasiun mana gess ??

Menurut saya, sajian desain ala stasiun dengan dinding yang masih bata terlihat bagus, salah satu poin besar yang membuat orang nyaman untuk menikmati makanan disini, suasananya itu lo … berasa lagi makan distasiun ..(emang enak makan di stasiun?) :p

Oiaa .. bagi yang haus ini minuman sisa saya yang ga sempat difoto di awal :p

nyammmm awalnya
nyammmm awalnya

Jadi, bagi rekans … silahkan kalau mau dicoba .. saya aj sampe lupa foto kalo makan nya …  :p
Yuk..

Advertisements