Hi guys … lama tak bersua kita sudah samapi di bulan Maret nih, bulannya melapor pajak tahunan atau yang biasa kita kenal dengan SPT. Kali ini(sebelumnya juga) saya merasa sedikit kesal, dimedia baik TV ataupun baliho sepanjang jalan disampaikan bahwa pajak sekarang sangat transparan, semuanya sudah by system. Tapi jika rekan-rekan sekalian sudah mencoba melaporkan SPT, saya merasa juga mengalami hal yang sama.
Ngelaporin SPT diarahin buat ga jujur, slogan “Sistem kita online” sangat tidak sesuai realisasi, ini merupakan korupsi buka-bukaan? Kenapa saya bilang begitu, ini alasan saya ..
– Kalo kurang bayar tinggal transfer (Pernyataan melalui website pajak)
– Kalo lebih bayar lapor kekantor(lalu sistem online nya kemana?), ini sangat disengaja, saat wajib pajak sudah diinformasikan bahwa dia lebih bayar, namun tetap harus berdesakan antri, bukanya juga dihari kerja .. memangnya para wajib pajak bisa antri seharian cuman untuk lapor SPT? Kita yang bayar ke negara, tapi dipersulit! Dan akhirnya apa, wajib pajak yang punya pekerjaan lain selain melaporkan SPT ini diberi keleluasaan dalam sistem yang ONLINE untuk merubah beberapa hal SEHINGGA  kalau “malas” lapor karena LEBIH BAYAR dengan antrian yang CUKUP sedikit sehingga tidak bisa melakukan hal lain para wajib pajak berusaha untuk me”NIHIL”kan pajak yang sudah dilaporkan dibayarkan, karena jika tidak NIHIL tidak bisa melaporkan ONLINE sesuai logonya kantor PAJAK kita tercinta. Bisa diurus kalau kekantor langsung, tapi prosesnya 1 “TAHUN SAJA”, dengan SISTEM yang SUDAH ONLINE, canggih ya … karena jelas saja sangat kecil jumlah orang yang akan mengurus hal tersebut dengan proses waktu 1 TAHUN SAJA, itupun JIKA disetujui oleh pihak pajaknya.

Sekarang, pertanyaannnya adalalah, duit lebih bayarnya yang secara TERPAKSA diikhlaskan ke kantor PAJAK kemana ?
Apakah menjadi “zakat” buat jalan2 org pajak?
Atau bisa digunakan untuk beasiswa anak tidak MAMPU a.k.a anak orang PAJAK?
Atau jadi bonus karena “PENCAPAIAN” pajak yang tinggi bagi PEGAWAI?

Trus,

Kemana BPK?
Lagi nikmatin “JATAHNYA”?
Kemana KPK?
Lagi nikmatin promosinya di berbagai media karena PAJAK PEMERINTAH sudah “BERSIH”?

Yeay …

View on Path

Advertisements