Halo Jumat Barokah!

Pagi ini tidak hanya barokah, namun salah satu hari terbaik dalam hidup yang singkat ini!

Pagi ini saya masih berjalan seperti biasa kearah lokasi “tambang”, namun pagi ini dibekali dengan satu set pakaian putih yang saya persiapkan, khusus! Ya, masih persiapan. Kenapa persiapan? Karena, hati manusia saya ini yang masih peduli akan dunia, akibatnya adalah keraguan yang jika dikaji akan selalu ada pembenarannya, selalu ada. Namun yang benar akan selalu didepan, walau agak telat pada kondisi saya. Heh?

Jadi, pagi ini dalam perjalanan ke tambang, saya mulai bertemu dengan para Jamaah. Sangat ramai sekali! Diperjalanan tak biasa ini, satu persatu menjadi perhatian saya, berbagai macam suku, ras, provinsi, bahasa, media lokal dan asing yang datang
Saya tidak tahu apa yang akan dirasakan orang lain saat melihat jamaah seramai itu, ada yang bahagia tentunya, sekilas terdengar ada yang bilang ia berasa ibadah haji lagi walau saya tidak tahu seperti apa disana, namun dari raut wajahnya hanya ada bahagia! Namun, saya sendiri merasa sedih dan sangat sedih. Merasa sangat rendah, jika selama merasa cukup dengan keyakinan dihati, sangat hin* rasanya mengakui hal tersebut. Jutaan umat yang saya lihat ini, merupakan guru “praktek” yang tidak hanya diomongan saja. Banyak hal yang dapat dipelajari hari ini! Pelajaran yang diawali dengan, bagaimana bisa berkumpul jamaah seramai ini di Ibukota yang sedikit “kotor” ini? Karena apa?

Jadi, hari ini juga dinamai Aksi Bela Islam jilid III, berbagai tujuan digambarkan juga oleh media dalam aksi ini. Namun kami(saya dan teman.red) lebih suka menyebut ini dengan Shalat Jumat! Dengan tambahan atribut terbesar di Indonesia tentunya. Sebelum khotbah, diawali dengan pernyampaian aspirasi dari berbagai perwakilan daerah, berbagai pendapat disampaikan. Bagi mereka yang hadir, akan bergetar tubuhnya mendengar ini semua. Pendapat yang disampaikan dari hari, akan sampai kehati bukan?

Selalu ada hal yang ajaib, jika kita memperhatikan dengan seksama. Beberapa keajaiban hari ini adalah cuaca yang sama sekali tidak panas! Jarang ya Ibukota tidak panas kalo ga hujan. Cuaca teduh mengawal para Jamaah, adem rasanya duduk beralaskan aspal yang bari diperbarui juga awal tahun ini. Didepan kami, merupakan tempat para Jamaah ambil wudhu, tidak ada hentinya dari pagi saking banyaknya para Jamaah! Waw.. Hingga sesaat seblum khotbah, antrian wudhu masih sangat panjang! Namun semuanya masih bisa berwudhu! Lah bagaimana?
Hujan, iaa hujan.. semuanya bisa berwudhu bersamaan! Subhanallah!
Sungguh Jumat barokah, mengingat dua waktu terbaik bersatu dengan Jamaah seramai ini yang berdoa. Diantara dua khotbah, dan disaat hujan!!!
Itu lah kenapa ini merupakan salah satu hari terbaik dalam hidup saya, dan teman-teman lainnya yang mengikuti dan menyaksikan sambil berdoa.

Hmmm ..
Semoga doa bersama kita sampe ya ..Amin ..
šŸ˜‡ – with Fendi and Bangir at Monumen Nasional (MONAS)

View on Path

Advertisements